DI DEPAN PINTU
2007
tas sudah sarat
waktu sudah tepat
langit sudah biru kembali
dan jalanan sudah meminta kaki
tetapi perpisahan
bagaimana sebaiknya diucapkan?
ah, mengapa tak aku persiapkan jauh waktu
sebelum bertemu kau?
2007
SEBUAH POHON
2007
kecupan yang kau tanam di keningku
kini telah tumbuh jadi pohon lebat
akar, batang dan cabang-cabangnya kuat
tempat anak-anak senang memanjat
sesekali
tidakkah kau ingin datang
mengecap kecut buahnya?
2007
/1/
di dalam sebuah pejam
aku saksikan sepasang mataku
menghamburkan jutaan
kunang-kunang. kuning
seperti daun lerai dari ranting
kunang-kunang itu berkerumun di ujung-ujung
jari tanganku menyematkan ciuman terakhir
sebelum terbang berkilau-kilauan di udara
kunang-kunang itu melanglang mencari sepasang
matamu yang berada dalam sebuah pejam yang lain
pejam yang telah lama direncanakan alam dan malam.
dan engkau menyangka kunang-kunang
yang masuk ke matamu adalah mimpi,
mimpi yang engkau duga-duga maknanya
namun pada saatnya engkau akan tahu,
kelak kunang-kunang itu terbang
hinggap di kelopak pipimu
setiap kali aku engkau kenang
/2/
tiba-tiba mampu aku pahami
seluruh yang pernah datang
bertandang ke dua mataku
bahkan yang aku duga mimpi
tiba-tiba aku jatuh cinta
melebihi seluruh jatuh cinta
yang pernah menyakiti dadaku. namun
ketika ingin aku katakan pada telingamu
aku tak lagi memiliki suara,
ketika ingin aku katakan pada matamu
aku tak lagi memiliki cahaya.
/3/
melalui lubang pepori kulitku, air resap perlahan
membentuk sungai-sungai kecil di tubuhku
sungai itu mencari rongga dadaku
mencari lautan yang pernah dipenuhi
ribuan ikan mungil peliharaanmu
sesaat sebelum mataku dikatup
dan peti matiku ditutup,
sungai-sungai itu meluap,
menguap ke langit lapang,
langit yang selalu engkau pandang
sambil menggigit bibir sendiri
dengan mata bergenang-linang,
sebab engkau tak mau lebih manja
dari langit di bulan-bulan hujan
tetapi tidak. kelak langit dan dirimu
sendiri akan memaafkan semua
kesedihan yang engkau ciptakan
dari kematianku
2007
SEBELUM TIDUR
2007
/1/
Mimpi buruk selalu tiba sebelum aku tertidur:
usai menutup pintu dan memadamkan lampu,
kau datang menyalakan seluruh masa lampau.
/2/
Di antara semua yang kujaga dalam ingatan
dan semua yang kaupelihara dalam kenangan
ingin sekali kubangun sebuah persimpangan
tempat di mana sekali lagi kita akan berpapasan
sejenak saling bertukar pandang atau senyuman
kemudian memutuskan untuk memilih beda jalan.
/3/
Baiklah, sekarang kita bersepakat saja
ingatan akan terkubur dalam tidur kita
dan seluruh yang tumbuh di atasnya
tak bernama dan bukan miliki siapa-siapa.
2007
DUA PUISI JUNI
2007
:Juni 2006
Inilah puisi terakhir yang akan aku tuliskan
seperti gagang telepon yang kau tangkupkan
untuk kau dan untuk puisi: sebutlah perpisahan.
:Juni 2007
Sebab apa telepon itu berdering terus-terusan
Apakah kau atau puisi yang membunyikan,
mau mengajakku berbicang tentang kenangan?
2007