SAJAK MATA

2007

:Kepada Hendragunawan S Thayf

pada sebuah pagi yang bening
di air kolam bergenang tenang
seorang perempuan renta menemukan
sepasang matanya berenang-renang
dengan warna sangat menyedihkan
dan ia gemetaran mengenangmu, Kek.

dulu, bertahun-tahun sebelumnya,
mata itulah asal segala puja-pujimu
tak ubahnya sebuah warung serba ada
mampu menyediakan semua maumu

tapi pagi itu ia melihat liang matanya
di air kolam sebagai ruang gudang tua
menyimpan banyak barang-barang lama,
karatan, usang, asing, dan tak lagi berguna

di depan cermin kaca, sebelum istirahat,
si perempuan tua ingin menghapus habis
seluruh kenangan rongsokan itu
agar tak tumbuh jadi mimpi buruk
di sisa tidur malamnya yang gelisah

dan ia gemetaran sekali lagi
saat tiba-tiba menyadari
engkau telah lama pergi
membawa serta anak kunci
ke kedalaman makammu

Kek, ketahuilah, sejak hari itu
ia tak bisa berhenti menangis
sampai berhasil memejamkan
sepasang kelopak matanya

namun aku sungguh terganggu
pada sebaris senyum di bibirnya
yang ia bawa berbaribg di peti mati
senyum itu mengingatkan aku pada lelaki
yang dulu pernah memuja-muji mataku,
mata yang selalu engkau sebut-sebut
jauh lebih indah dari mata gadismu

Kakek, aku ingin menangis hari ini
sebab aku tahu mataku suatu waktu
akan lebih menyedihkan dari tangisku
agar aku bisa pahami sedikit demi sedikit
sesakit apa rasanya hidup sendiri di usia tua

2006

/1/

sebelum ada mata
waktu adalah batu

/2/

mataku bertemu matamu
waktu hanyalah kali kala itu
menunaikan tugasnya satu
lahir dan hadir untuk mengalir

/3/

mataku bertamu di matamu
waktu adalah danau
air berhenti mengalir
tak ada rasa khawatir

/4/

matamu kumau mataku
waktu meluas jadi lautan buas
dan tiba-tiba tak ada yang pasti
kecuali satu; semuanya barangkali

/5/

matamu meninggalkan mataku
waktu tinggal endapan
dan segala adalah ingatan
samar kusebut kenangan

/6/

pada akhirnya akan tiba
matamu dan mataku buta
mau bersatu, aku dan kau tabu
air lenyap dan waktu kembali batu

2006

/1/

mata mengatur cahaya
cahaya mengukur jarak

/2/

mataku tak mengenal matamu
jarak adalah matahari, jauh tak terjangkau

/3/

mataku melihat matamu
jarak adalah bintang, jauh memukau

/4/

mataku memasuki matamu
jarak adalah bulan, hangat di dekapku

/5/

mataku adalah matamu
jarak adalah gelap, hanya aku dan kau

/6/

matamu keluar dari mataku
jarak adalah neraka, tak bisa kubayangkan

2006

/1/

cari kata
dari mata

/2/

suatu pagi,
aku mendengar bunyi
dari matamu
sesuatu makna
yang belum kupahami

/3/

kuintip matamu
di siang hari
berserak huruf-huruf
seperti kering dedaunan
akan bersatu jadi tanah

/4/

kusinggahi matamu
suatu senja
membaca kata-kata
yang meleleh
seperti hujan
akan mendaunkan
tebaran bebijian

/5/

malam hari aku mimpi
di antara matamu dan mataku
memanjang kalimat
seperti ranting melebat
bergantungan bunga-bunga
menjanjikan biji-biji baru

/6/

mataku terbangun sebelum pagi
dan tak melihat matamu lagi
sementara cerita yang sejatinya ada
seperti pohon yang tumbang
oleh badai di masa depanku
yang ternyata masa lalumu

2006

/1/

di mana mata memandang
di situlah arah dijelang

/2/

mataku memandang matamu
matamu adalah arahku
matamu balas memandang
mataku kau timbang-timbang

/3/

mataku lenyap ke dalam matamu
seluruh penjuru adalah arah
tempat aku dan kau menuju

/4/

matamu lengkap jadi mataku
yang manakah arah,
selain yang satu?
—kita adalah arah

/5/

mataku adalah jendelamu
kau melihat lain arah
aku mengikuti pandanganmu
dan matamu tetap arahku

/6/

mataku kehilangan matamu
lalu kenangan akan mata itu
kupugar jadi sebuah rumah
dan kubuatkan ia pagar
di mana mataku tertidur
sambil menunggu dalam mimpi
ada yang menuntunmu pulang

2006

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.