engkau selalu sengaja memilih busana yang sederhana
agar kecantikanmu tidak karam ke dalam kemewahan
seperti aku sengaja memilih bahasa yang bersahaja saja
agar makna sajakku tidak lenyap di perangkap ungkapan

2007

kecupan yang kau tanam di keningku
kini telah tumbuh jadi pohon lebat

akar, batang dan cabang-cabangnya kuat
tempat anak-anak senang memanjat

sesekali
tidakkah kau ingin datang
mengecap kecut buahnya?

2007

NYANYIAN

2007

aku menggubah nyanyian seperti linen rambutmu
hitam dan ada cahaya berkilau
–masihkah kau ingat, malam itu, di danau,
bulan purnama membuat pepohon cemara
jadi bayangan belaka?

ya, seperti itu nyanyianku,
seperti rambutmu,
seperti pohon bayangan
di bawah bulatan bulan

aku akan bermain-main sendiri dengan nyanyian
seperti seorang anak kecil yang tak punya teman

tak kuminta kau merasakan jemariku di rambutmu,
namun di jemariku aku akan merasakan rambutmu

tak kubayangkan kau tertidur oleh nyanyian,
namun ke dalam selimutmu
aku ingin ikut bermimpi

tak akan sampai nyanyianku
menggetarkan apa-apa di jantungmu,
namun di jantungku
seluruh rahasia
akan bergetar

dan alisku akan basah
seperti cemara di danau
sebelum pagi

sebelum mimpi
di balik selimutmu
pecah

2007

/1/

di dalam sebuah pejam
aku saksikan sepasang mataku
menghamburkan jutaan
kunang-kunang. kuning
seperti daun lerai dari ranting

kunang-kunang itu berkerumun di ujung-ujung
jari tanganku menyematkan ciuman terakhir
sebelum terbang berkilau-kilauan di udara

kunang-kunang itu melanglang mencari sepasang
matamu yang berada dalam sebuah pejam yang lain
pejam yang telah lama direncanakan alam dan malam.

dan engkau menyangka kunang-kunang
yang masuk ke matamu adalah mimpi,
mimpi yang engkau duga-duga maknanya

namun pada saatnya engkau akan tahu,
kelak kunang-kunang itu terbang
hinggap di kelopak pipimu
setiap kali aku engkau kenang

/2/

tiba-tiba mampu aku pahami
seluruh yang pernah datang
bertandang ke dua mataku
bahkan yang aku duga mimpi

tiba-tiba aku jatuh cinta
melebihi seluruh jatuh cinta
yang pernah menyakiti dadaku. namun

ketika ingin aku katakan pada telingamu
aku tak lagi memiliki suara,
ketika ingin aku katakan pada matamu
aku tak lagi memiliki cahaya.

/3/

melalui lubang pepori kulitku, air resap perlahan
membentuk sungai-sungai kecil di tubuhku

sungai itu mencari rongga dadaku
mencari lautan yang pernah dipenuhi
ribuan ikan mungil peliharaanmu

sesaat sebelum mataku dikatup
dan peti matiku ditutup,
sungai-sungai itu meluap,
menguap ke langit lapang,
langit yang selalu engkau pandang
sambil menggigit bibir sendiri
dengan mata bergenang-linang,
sebab engkau tak mau lebih manja
dari langit di bulan-bulan hujan

tetapi tidak. kelak langit dan dirimu
sendiri akan memaafkan semua
kesedihan yang engkau ciptakan
dari kematianku

2007

MERIANG

2007

setiap malam
pintu tak kututup
jendela tak kukatup
kuundang angin yang ingin
merasuk jadi meriang di tubuhku
dan merusak suaraku

aku jatuh cinta
pada suaraku yang berubah
keruh dan basah
sebab di situ, meski samar,
ada suaramu kudengar

aku jatuh cinta
pada pada badanku yang gigil
dan keningku yang panas
sebab di situ, berulang kuingat,
rengkuhmu ketat
dan kecupmu hangat

2007