Maksud sajak ini sungguh sederhana.

Hanya ingin memberitahumu bahwa baju
yang kita kenakan saat duduk di pelaminan
warnanya hijau daun pisang muda, tetapi
yang membungkus kue-kue pengantin
adalah daun pisang tua. Memang keduanya
hijau, tetapi hijau yang berbeda, Sayang.

Di kepalamu ada bando berhias bunga,
kau merasakannya tetapi mungkin tidak
tahu bunga-bunga itu adalah melati putih.
Sementara di kepalaku bertengger sepasang
burung merpati, juga berwarna putih.

Aku selalu membayangkan, hari itu, kita
seperti sepasang pohon di musim semi.
Kau pohon penuh kembang. Aku pohon
yang ditempati burung merpati bersarang.

Aku lihat, orang-orang datang dan tersenyum.
Mereka berbincang sambil menyantap makanan.
Tapi aku tak dengar apa yang mereka bincangkan.
Maukah kau mengatakannya padaku, Sayang?

INI sungguh-sungguh sebuah kutipan yang lucu, bukan?

Kesimpulan adalah tempat istirahat saat lelah berdebat.

Kau ingat, maaf saya sudah lupa, berapa jumlah kesimpulan
yang pernah kita buat lalu ulang menyusunnya agar terlihat
lebih indah dari sebelumnya? Kalimat-kalimat lama itu di mana
kita sembunyikan–setelah yang baru kita temukan? Di dalam
puisi seorang penyair yang kekurangan metafora. Barangkali.

Kita bercinta seperti sepasang sado-masocist. Tetangga mendengar
tangis-teriakan kita lalu mengumbar rasa kasihan dalam gosip-gosip.
Sementara kita puas dan mandi seperti sepasang anak kecil dari kota
baru menemukan sungai yang tidak terbuat dari bau selokan. Namun
di pagi hari kita berdiskusi sambil sarapan tentang bagaimana cara
paling tepat menyembunyikan sisa-sisa pertempuran yang memerah
di kulit kita. Ah, kita selalu begitu, malu memperlihatkan hangat cinta!

Dan setiap pagi di meja makan kita membangun tempat istirahat baru.

*

KUTIPAN yang satu ini tak kalah lucunya, Sayang. Dengar!

Ayam lebih mula–pernahkah kau bayangkan betapa lucu
Tuhan duduk mengerami sebutir telur?

Siapa lebih dulu mencintai: kau atau aku? Kita sama menunjuk dada
sendiri namun tak bisa menjelaskan mengapa bisa begitu. Pokoknya
aku lebih dulu! Pokoknya kau kemudian! Rupanya memang tren
berdebat anggota dewan juga sampai di kamar tidur kita. Aku benar.
Kau tidak benar. Bedanya aku mencintai kau, kau mencitai aku.
Tetapi anggota dewan itu hanya mencintai diri mereka sendiri.

Maka begitulah: kita tak bisa bercerai meski kita terus saja berkelahi.

2007

entah mengapa selalu aku bayangkan puisi ini
adalah doa seorang anak kecil yang terbata-bata

Tuhan, maukah Kau mengatakan kepada bapak
agar dia berhenti bercita-cita seperti anak kecil?
dia ingin dunia dan isinya jadi tabungan keluarga
katanya untuk masa depanku, padahal aku tak
mau menanggung dosa itu. Tuhan, tolonglah aku!

entah mengapa selalu aku bayangkan diriku ini
adalah seorang bapak diam-diam sedang menangis
membaca puisi ini, doa anakku yang terbata-bata ini

Terima kasih, Tuhan, Kau jadikan anakku puisi!

dan entah mengapa juga selalu aku bayangkan kau
adalah ibu dari anakku beserta doanya juga puisi ini

Sebuah usaha, agar orang-orang
lebih banyak bicara dengan mata,
pemerintah membuat aturan ketat:
setiap orang hanya berhak memakai
seratus tiga puluh kata per hari, pas.

Jika telepon berdering, aku meletakkan
gagangnya di telingaku tanpa menyebut Halo.
Di restoran aku menggunakan jari telunjuk
memesan mi atau Coto Makassar. Aku secermat
mungkin melatih diri patuh aturan dan berhemat.

Tengah malam, aku telepon nomor kekasihku
di Jakarta, dengan bangga aku bilang padanya:
Aku menggunakan delapan puluh sembilan
kata hari ini. Sisanya kusimpan untukmu.

Jika ia tak menjawab, aku tahu, pasti
ia telah menghabiskan semua jatahnya,
maka aku pelan-pelan berbisik: Aku
mencintaimu, sebanyak lima belas kali.
Setelah itu, kami hanya duduk membiarkan
gagang telepon di telinga kami dan saling
mendengar dengus napas masing-masing.

2007

aku bercakap dengan kau
dan seorang lain di dalam kau
matanya aku tangkap mengintip
dari matamu

suaramu melampaui suaramu
sampai di telingaku
ada makna lain menumpang
di maknamu

bicaramu menampung kata-kata siapa?

aku bercakap dengan kau
dan seorang lain di dalam kau
aku ingin mengenal dia, orang
yang tinggal di dalam kau

namun mungkin orang di dalam aku
dan orang di dalam kau sudah lama
saling mengenal dan pernah berbagi
rahasia di suatu waktu dulu

2007