–dua om, AA dan SM
Katakan kepada kami berdua, Nak,
di mana sebaiknya kami bertemu, setelah 40 tahun berpisah.
Di sebuah kafe yang pemiliknya senang memutar lagu lama, agar kalian
bisa saling menertawai sepuas-puasnya. Sebab dengan tertawa, air mata
punya alasan jatuh tanpa perlu malu-malu. Tawa itu tak ubahnya hujan.
Dia sangat lihai menyamarkan banyak hal, termasuk tentu saja keharuan.
Atau di sebuah bangku taman yang di dekatnya ada dua pohon tua yang semi,
agar kalian bisa tersenyum kepada waktu yang menyimpan banyak teka-teki.
Sebab batang-batang pohon tua yang sedang berbunga itu adalah kembaran
kalian yang menemukan jawaban: senyum di usia tua, tetap harus dibagikan.