KEPADA JIMPE
2007
Mengapa kau harus berulang tahun di musim hujan?
–jimpe
Mengapa kau harus berulang tahun di musim hujan?
Benda-benda seluruhnya sedang belajar bersedih:
Kursi dan meja masing-masing seperti seorang kekasih
baru ditinggalkan. Penjual putucangkir dan jendela kayu
di wajahnya cuma ada sepasang mata sayu, mata yang layu.
Mengapa kau harus berulang tahun di musim hujan?
Suara-suara seluruhnya yang terdengar hanya perih:
Denting sendok pada cangkir kopi. Ada yang memilih
mendengar rintih biola daripada getar gitar yang lirih.
Keyboard komputer bicara tentang kertas suara pemilu
jatuh ke kotak dari jari seorang pemilih yang terisak pilu.
Mengapa kau harus berulang tahun di musim hujan?
Agar aku bisa kembali muda seperti pohon, katamu,
yang oleh musim hujan daun-daunya kembali hijau.
ENAM PERTANYAAN
2007
KEPADA SIAPA ENAM PERTANYAAN INI SEBAIKNYA DITUJUKAN, HUJAN?
Adakah bujur yang mau berbagi tidur
dengan tubuhku di malam sedingin ini?
Adakah tidur yang mau berbagi dengkur
dengan telingaku di malam sedingin ini?
Adakah dengkur yang mau berbagi hibur
dengan sedihku di malam sedingin ini?
Adakah hibur yang mau berbagi tegur
dengan diamku di malam sedingin ini?
Adakah tegur yang mau berbagi sangkur
dengan sekaratku di malam sedingin ini?
Adakah sangkur yang mau berbagi bujur
dengan mayatku di malam sedingin ini?
–dua om, AA dan SM
Katakan kepada kami berdua, Nak,
di mana sebaiknya kami bertemu, setelah 40 tahun berpisah.
Di sebuah kafe yang pemiliknya senang memutar lagu lama, agar kalian
bisa saling menertawai sepuas-puasnya. Sebab dengan tertawa, air mata
punya alasan jatuh tanpa perlu malu-malu. Tawa itu tak ubahnya hujan.
Dia sangat lihai menyamarkan banyak hal, termasuk tentu saja keharuan.
Atau di sebuah bangku taman yang di dekatnya ada dua pohon tua yang semi,
agar kalian bisa tersenyum kepada waktu yang menyimpan banyak teka-teki.
Sebab batang-batang pohon tua yang sedang berbunga itu adalah kembaran
kalian yang menemukan jawaban: senyum di usia tua, tetap harus dibagikan.
HUJAN sudah terlalu sering mengganggu makan malamku,
juga mungkin makan malammu, dan makan malam siapapun.
Maka akan aku masukkan bukan hujan ke dalam sajak ini. Aku
tak mau ia mengusik pula tidurmu yang harusnya penuh rimbun
perdu yang di pucuk-pucuknya bermekaran kelopak kunang atau
sayap-sayap bunga, atau kuntum-kuntum pagi yang berembun.
Ke dalam sajak ini akan aku perdengarkan seorang menyanyi lagu
lama dengan bahasa ibu yang semenjak kau mengenal merek gincu
tak pernah sekalipun kau biarkan menjenguk sepasang telingamu,
supaya kau percaya bahwa aku terus merindukan wajah kanakmu.
Ke dalam sajak ini akan aku nyalakan satu pelita minyak bersumbu
perca yang cahayanya tak mampu mengalahkan sepasang matamu
supaya kau bisa menikmati tarian bayang-bayangmu, tempat selalu
aku menginderaimu sambil mengulang-ulang janji yang kau ucap dulu.
Ke dalam sajak ini akan aku masukkan juga diriku utuh sekaligus,
diriku yang mengenakan baju dan celana berwarna hijau humus,
sepasang pakaian yang semoga mengingatkan kau hujan pertama
di sebuah malam yang mengguyur tubuhku dan tubuhmu bersama.
–1 Desember
1640: Ini terjadi berabad-abad sebelum Christian Ronaldo lahir lalu hidup kaya dari kakinya dan dipuji-puja jutaan gadis. Portugal, nama negara di KTP pemuda gagah itu, merdeka dari Spanyol. Kau pernah salah duga, kau pikir Pablo Neruda, penyair yang menganggap cinta dan airmata sama artinya, lahir di Spanyol. Lalu aku mencari di perpustakaan, di ensiklopedia dan antologi-antologi puisi. Dari sana aku jatuh cinta pada Neruda. Di sajak-sajaknya ada aku, kau, dan bagaimana sakitnya saling mencintai seperti ini. Katamu suatu waktu di sebuah e-mail, mungkin Neruda pernah mimpi melihat kita menangis sambil saling memagut. Kau masih ingat?
1835: Hans Christian Andersen, lelaki yang terjebak di masa kanak-kanak, menerbitkan kumpulan dongeng pertamanya, Tales for Children. Dongeng-dongeng itu ingin kau tanam di telinga anak-anak yang kelak lahir dari tubuhmu, yang katamu juga dari tubuhku. Untuk berlatih, dulu kisah-kisah itu sering kau dongengkan kepadaku, seolah kau tahu aku selalu ingin jadi anak kecil di hadapanmu. Tetapi anak-anak itu betulkah akan lahir dari perut kita?
1935: Seabad setelah Hans Christian Andersen menerbitkan Tales for Children, Woody Allen, aktor dan sutradara yang kocak itu lahir. Mungkin sewaktu kecil ia sering mendengar juga dongeng-dongeng karya Andersen. Kau suka kalau Allen tertawa. Lucu, katamu. Seringkali aku putar sendiri film-filmnya untuk menghibur kesedihanku. Tetapi menurutku cara tertawa paling indah tetaplah milikmu. Meski di dalam tidurku, maukah kau tertawa?
1956: Ada yang mengundurkan diri dari kursi wakil presiden, Hatta namanya. Ia membiarkan kursi itu kosong hingga 1973, tahun saat David Ben-Gurion, Perdana Menteri Israel yang partama meninggal. Hingga kini kau tetap suka membaca. Tentulah nama-nama itu tak lagi asing bagimu. Kau ingat? Pernah kau memintaku jadi salah satu nama yang kau baca dari sebuah buku. Pernah juga kau memintaku jadi aku, hanya jadi aku. Sekarang kau ingin aku jadi siapa?
1990: Sungguh luar biasa. Terowongan Channel yang dibangun dari Inggris dan Perancis bertemu di kedalaman 40 meter di bawah ombak laut. Lupa kukatakan bahwa aku pernah membayangkan mencium lehermu di terowongan itu. Tetapi kini antara aku dan kau ada terowongan lain yang jauh lebih panjang dan gelap dari seluruh terowongan yang pernah dibangun. Tanpa kau, aku mencium lehermu setiap saat di terowongan lain itu. Kau rasakah?
1998: Sialan! Exxon mengumumkan sebuah transaksi raksasa, 73,7 trilliun dolar AS untuk membeli perusahaan minyak bernama Mobil dan membuat perusahaan terbesar di dunia, Exxon-Mobil. Andai saja, uang sebanyak itu punyaku, akan aku bangun sesuatu yang lebih megah dari Taj Mahal untukmu, hadiah ulang tahunmu. Atau aku beli sebuah mesin waktu untuk mengembalikanmu. Atau kau ingin yang lain?
2007: Aku di sini. Kau jauh. Alangkah rindunya. Ingin sekali mengajakmu makan siang di warung sederhana itu, tempat pertama kita bertemu dan saling jatuh cinta, tempat kita saling tahu makanan kegemaran, tempat kita sering berkelahi, tempat kita terakhir makan malam bersama sebelum kau pergi. Sebuah perihal tidak penting untuk dicatat Wikipedia, bukan? Wikipedia menulis tanggal ini sebagai peringatan hari AIDS sedunia. Hari ini aku mengenakan pita berwarna merah di dadaku bagi yang menderita penyakit ganas itu—juga untuk merayakan rindu dan kesedihanku yang lebih ganas dari itu. Hari ini kau berulang tahun, semoga airmata bukan milik kita selamanya!