Maksud sajak ini sungguh sederhana.
Hanya ingin memberitahumu bahwa baju
yang kita kenakan saat duduk di pelaminan
warnanya hijau daun pisang muda, tetapi
yang membungkus kue-kue pengantin
adalah daun pisang tua. Memang keduanya
hijau, tetapi hijau yang berbeda, Sayang.
Di kepalamu ada bando berhias bunga,
kau merasakannya tetapi mungkin tidak
tahu bunga-bunga itu adalah melati putih.
Sementara di kepalaku bertengger sepasang
burung merpati, juga berwarna putih.
Aku selalu membayangkan, hari itu, kita
seperti sepasang pohon di musim semi.
Kau pohon penuh kembang. Aku pohon
yang ditempati burung merpati bersarang.
Aku lihat, orang-orang datang dan tersenyum.
Mereka berbincang sambil menyantap makanan.
Tapi aku tak dengar apa yang mereka bincangkan.
Maukah kau mengatakannya padaku, Sayang?
2007 at 4:23 pm
Puisi adalah refleksi ttg betapa jodoh adalah bertemunya perbedaan…..kapang?
2008 at 9:10 am
selamat Aan..
ini puisi memang surat cinta paling perlu sering sering dibaca
2008 at 4:19 am
selamat cess
2008 at 9:47 am
ok slmat ya.. sajaknya bagus. dan menyentuh sekali, makanya menang
2008 at 1:13 am
Duhai, ……… Mengharukan sekali….!