seperti biasa, ia berangkat pagi buta
meninggalkan rumah, istri dan anaknya
ada banyak surat yang harus dibawa
buat orang yang rindu menunggu berita

seikat surat buat tentara-tentara dari istri
yang rindu suami mereka tiada terperi
sungguh sepi tidur sendiri malamhari
dan takut suami tertembak mati

ada juga surat dari suami-suami
yang tinggal sembunyi di luar negeri
karena diburu-buru oleh polisi
katanya mereka tak mau berdamai

ada surat seorang ayah di lain pulau
anaknya ulang tahun ke sepuluh
surat itu bersampul merah jambu
diikat pita-pita berwarna ungu

ada surat buat seorang kekasih
tentang kabar gembira kuliah telah selesai
sebentar lagi ia akan punya gaji sendiri
sebentar lagi ia pulang membawa diri
dan mereka akan menjadi suami-istri

sebelum surat-surat itu sampai
ada gempa dahsyat disusul tsunami
surat-surat itu entah di mana kini
pak pos juga tak ditemukan lagi

2005

Leave a Reply